DongaDang Kaos Bengkulu

Wednesday, July 17, 2013

Lagu Hiphop : Visit to Bengkulu City

Lagu yang mempromosikan Bengkulu, asyik untuk didengar. Berbeda dengan lagu-lagu lama yang biasanya bergenre pop, kali ini anak2 muda yang tergabung dalam "Los Rafflesticos La Familia", membuat lagu bergenre hiphop. Cukup lumayan untuk emngobati kerinduan akan kampung halaman tercinta.


Tuesday, May 21, 2013

COFFEE AS A FAVORITE BEVERAGES IN JAPAN

When you think of Japan drinks (non-alcoholic kind, not sake), you normally think of green tea which is origin from Chinese.  The culture of Chinese Tea spread to Japan, Korea and also the rest of the world.  But actually, beside tea, coffee is quite popular in Japan.  


Figure1. Largest importers of coffee as % of world total 2006-10
Source. International Coffee Organization
From figure 1, we can see that  the Unites Stated is the biggest importer, averaging 1.27 million tonnes a year in the period 2006-10, followed by Germany (546,000 tonnes) and Japan (431,000 tonnes), while the UK imports 184,000 tonnes. Japan is the third largest  importer coffee in the World and the 39th largest consumption per capita for coffee. This means Japan import about 7,8% of the world’s annual coffee exports. Japan should import coffee  from other country because  Japanese climate is not suitable for growing coffee beans. 

KONTROVERSI JABATAN WAKIL KEPALA DAERAH



Keberadaan seorang Wakil Kepala Daerah pada prinsipnya bertujuan untuk membantu meringankan tugas-tugas dari Kepala Daerah (KDH). Wakil seharusnya merupakan "orang kepercayaan" atau tangan kanan dari Kepala Daerah yang memiliki suatu keterikatan secara emosional satu sama lain. Kepercayaan ini akan didapat apabila seorang Kepala Daerah bisa memilih secara bebas wakilnya tanpa terikat kepada suatu sistem atau manajemen yang bersifat memaksa. Kalaupun ada ketentuannya, maka seorang KDH harus terlibat secara langsung dalam menentukan Wakilnya. Jika tidak maka hubungan ini rentan konflik dan dapat berujung kepada perpecahan antara Kepala Daerah dan wakilnya.
Jika mengacu kepada Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1974 yang mengatur tentang Pemerintahan Daerah sebelum masa reformasi, maka keberadaan wakil KDH harus disesuaikan dengan kebutuhan daerah (Pasal 24 Ayat 5). Artinya, posisi Wakil KDH bukanlah suatu keharusan dan jumlahnya bisa disesuaikan dengan kebutuhan daerah tersebut. Wakil Kepala Daerah Tk. I diangkat oleh Presiden dan untuk Daerah Tk.II oleh Mendagri serta berasal dari pegawai negeri yang memenuhi persyaratan dengan persetujuan dari DPRD tanpa melalui proses pemilihan. Dalam penjelasan Undang-Undang ini disebutkan bahwa keberadaan Wakil KDH dipandang perlu mengingat luasnya tugas-tugas yang dihadapi oleh Kepala Daerah baik fungsinya sebagai Kepala Wilayah Administratif maupun sebagai Kepala Daerah Otonom. Keharusan Wakil KDH berasal dari pegawai negeri menunjukkan bahwa seorang Wakil KDH haruslah berasal dari orang yang memahami seluk beluk birokrasi agar dapat membantu Kepala Daerah secara maksimal.

Saturday, May 18, 2013

Koban (Polisi Jepang) dan Keramahannya

Koban (Japan Police)
Pagi ini sedikit kaget ketika bel di apato berbunyi. Karena memang jarang ada yang berkunjung apalagi pagi-pagi. Dilihat dari lubang di pintu, ternyata yang datang dua orang Koban (Polisi) pria dan wanita. Tentunya ini bikin makin was-was, apa karena download ya, Jepang memang telah menerapkan aturan ketat untuk melarang download content internet yang dilindungi hak cipta. Sementara sudah kebiasaan mengisi weekend dengan film-film terbaru yang di didownload dari internet. Gimana tidak, film 1 GB bisa selesai di download 10 menit saja.

Masih dengan sedikit gugup pintu ku buka dan senyuman lebarpun merekah dari kedua orang polisi ini. Karena memang tidak bisa berbahasa Jepang, langsung saja saya katakan "English please." Dengan sigap mereka mengeluarkan sejenis alat penerjemah dan mengetikan sesuatu. Setelah saya baca terjemahannya, ternyata mereka cuma melakukan pendataan rutin dan meminta alien card saya. Ini dalam rangka kesigapan tanggap bencana sehingga setiap warga terus didata ulang.

Sunday, April 8, 2012

FENOMENA GERAKAN RAKYAT BENGKULU DI KOMUNITAS FACEBOOK

Perkembangan media online (internet) telah memberi kemudahan bagi setiap orang untuk berhubungan dengan waktu yang cepat, mudah, massive dan efisien. Internet memungkinkan siapapun untuk berbagi ide dan mendiskusikan tentang segala hal dari yang hanya bersifat keseharian hingga hal-hal yang lebih serius tanpa dibatasi oleh jarak, ruang, dan waktu. Kecanggihan teknologi internet ini mampu memberikan alternatif bagi masyarakat untuk menyuarakan pendapat dan tanggapannya atas berbagai isu yang ada. Jika selama ini penyampaian pendapat masyarakat terbatas pada suara anda, surat pembaca, kotak-kotak saran yang tersedia diberbagai fasilitas umum maka keterbatasan tersebut mampu ditembus oleh kecanggihan teknologi ini.
Hal ini juga terjadi di Provinsi Bengkulu yang saat ini sedang mengalami ‘demam’jejaring sosial khususnya Facebook yang telah bertransformasi menjadi gerakan massa melalui komunitas online. Puluhan group yang mengatasnamakan komunitas Bengkulu bermunculan dengan membawa misi-misi yang hampir mirip yaitu menyatukan warga Bengkulu baik yang berdomisili di Bengkulu ataupun di perantauan untuk bersama-sama menyampaikan aspirasi perubahan untuk perbaikan Provinsi Bengkulu. Perasaan kecewa kepada kekuasaan atasapa yang telah dan sedang terjadi di Provinsi Bengkulu menjadi salah satupemicu berkembangnya berbagai komunitas online ini. Sangat dimaklumi, karena melalui komunitas ini mereka bisa menyampaikan apapun yang mereka rasakan dan inginkan tanpa harus melalui jalur birokrasi yang panjang, langsung saat itu juga.

Sunday, November 6, 2011

THE IMPACT OF OIL PALM PLANTATION TO THE ROAD CONDITIONS IN THE PROVINCE OF BENGKULU


Bengkulu is one of the provinces in Sumatra with an area of 21.168 km².  It is on the southwest coast of the island of Sumatra, and borders the Provinces of West Sumatra, Jambi, South Sumatra and Lampung. The capital and largest city is Bengkulu city. This area, largely functioned as agricultural land. This makes Bengkulu, also known as the plantation areas which has vast and fertile agricultural land. Some agricultural products derived from Bengkulu are Coffee, Cocoa, Oil Palm and Rubber. Unfortunately, much of this agricultural production was not matched with adequate infrastructure. One of the important facility is the road that usedas a means of  outcomes plantation transport . This condition is very concerning because more than half of the roads in Bengkulu have been damaged.

Baseon the table we can see that the increase in palm oil production in Bengkulu Province matched by a reduction in the percentage of poor people. In the lastfive years, an increase in palm oil production in Bengkulu province are quitesignificant. When in 2006 the production as much as 373.815 tons, in 2010 the production of palm oil increased by almost 100 percent to reach 615.624 tons (Source: Statistics of  Indonesia Plantation 2009-2011). Whereas, the percentage of poverty in the Province of Bengkulu the steadilydeclining from year to year. When in 2006,  23% of the population of Bengkulu is in the poor category, by 2010 this number was reduced to 18.30%. This occurs because more people are interested in farming  palm oil to get  the potential income which is very promising.  Previously, farmers in Bengkulu focus on coffee, rubber and cocoa. But in last decade they switched become oil palm farmers.

Saturday, November 5, 2011

KEMBANGKAN KAWASAN WISATA PANTAI PANJANG DENGAN METODE SKAMPER

TULISAN INI TELAH DIMUAT DI   :Harian Rakyat Bengkulu dan www.kabarbengkulu.com

Pantai Panjang adalah salah satu objek wisata yang ada di Provinsi Bengkulu. Lokasi yang strategis (sekitar 1,5 km dari pusat kota), hamparan pasir putih dan cemara pantai sepanjang 7 km menjadikan Pantai ini sangat menarik untuk menjadi objek  wisata andalan daerah ini. Meskipun  Pemerintah Daerah telah melakukan upaya pembenahan dan penataan kawasan pantai dengan membangun Sport Centre dan Pusat Perbelanjaan serta penginapan, namun pada kenyataannya kawasan ini masih belum mampu menghasilkan devisa untuk daerah khususnya dari sektor pariwisata. Wisatawan yang berkunjung ke lokasi ini, kebanyakan hanyalah wisatawan lokal dan daerah tetangga yang datang secara musiman (misalnya saat lebaran). Untuk itu, sangat perlu diadakannya perubahan yang dapat menambah arus kunjungan wisata ke daerah ini.

Salah satu langkah yang sangat ampuh untuk memicu pemunculan ide-ide baru, cara-cara baru dan pola-pola baru yaitu metode SKAMPER (Subtitusi, Kombinasi, Adaptasi, Modifikasi, Penggunaan lain, Eliminasi dan Reserve/pengaturan ulang). Metode ini diperkenalkan oleh Alex Osborn dan diperkaya oleh Bob Eberle. Melalui metode ini diharapkan akan tercipta satu perencanaan baru terhadap penataan kawasan wisata Pantai Panjang ini.